Selasa, 2017-09-26, 6:40 AM
Welcome Guest | RSS

SikuruZ Cyber

Site menu

Section categories

Hacking [9]
aLL About hacking
Tutorial [26]
Tutorial
Programing [3]
Programing
Malware [4]
Virus
Puisi dan Sajak [5]
Buatan SikuruZ
Islam [7]
About Islam
Dunia [9]
Dunia Dan Seisi Nya...
Humor... [11]
Cerita Lucu
Sma N 1 LLG [3]
Tugas Dll.

Our poll

Presiden Kalian
Total of answers: 14

Statistics

Main » 2009 » August » 14 » Kak Seto: Orang Tua Harus Komunikatif
10:00 AM
Kak Seto: Orang Tua Harus Komunikatif
Jumat, 14 Agustus 2009
Kelompom Noordin M Top terkenal handal dalam mempengaruhi pikiran calon ‘pengantinnya’. Jika anak buahnya memerlukan waktu cukup lama, Noordin bisa mempengarhui pikiran orang hanya dalam hitungan menit. Melihat kepiawaian kelompok teroris ini, Komnas Perlindungan anak minta agar orang tua senantiasa berkomunikasi dengan anaknya.
Kemampuan Noordin dalam mempengarhui calon korbannya itu dikemukakan psokolog Mardugi. Kharisma Noordin yang sopan, menarik, dan berwibawa membuat orang mengikuti ucapannya.
"Saya pakai keterampilan selama 20 tahun bisa mempengaruhi pikiran bawah sadar seseorang selama 5 menit. Tapi kata Nasir Abbas, Noordin bisa lebih cepat dari itu," kata Mardigu WP (13/8).
Mardigu mengatakan, dari hasil interogasi personal dirinya dengan 5 mantan anak buah Noordin yang sudah ditangkap polisi, disebutkan kalau Noordin merupakan sosok yang berkharisma.
Semenyata itu, Ketua Komnas Perlindungan anak merasa prihatin dengan sepak terjang kelompok teroris yang memanfaatkan anak-anak. Melihat itu, Seto Mulyadi minta agar orang tua harus berkomunikasi lebih aktif dengan anak-anaknya. Inilah kunci sederhana untuk melindungi anak-anak agar tidak terjerumus masuk jaringan teroris.
"Mohon para orang tua betul-betul berkomunikasi dengan anak," kata Seto Mulyadi (Kak Seto), Kamis (13/8).
Kak Seto berkomentar atas bomber bunuh diri di Hotel JW Marriott yang ternyata seorang remaja. Bomber ABG itu adalah Dani Dwi Permana (18), remaja yang dikenal cukup pintar di sekolahnya. Orang tua Dani menuding anak tercintanya itu telah dijerumuskan oleh para teroris.
"Dia baik, dia hanya diperalat orang pengecut. Mudah-mudahan orang-orang pengecut dapat ditangkap," kata Ibunda Dani, Tini, Rabu (11/8/2009).
Menurut Kak Seto, anak-anak terutama saat memasuki masa remaja sedang dalam masa mencari identitas. Mereka dalam masa pemberontakan dari kekuasaan orang tua. Bila tidak dekat dengan orangtuanya, dalam masa itu remaja mudah dijerumuskan pihak lain. "Saat itulah ada kelompok-kelompok yang ideologi keras masuk," jelas Kak Seto.
Sisi lain, Kak Seto minta pemerintah, masyarakat, sekolah, dan tokoh-tokoh agama diharapkan tidak memberikan labelisasi kepada anak-anak teroris. Anak-anak teroris juga korban dan sama sekali tidak bersalah.
"Pemerintah, masyarakat, tokoh harus mengedepankan kepentingan mereka sebagai anak. Mereka juga tidak tahu apa-apa," kata Kak Seto.
"Mohon tidak ada labelisasi di sekolah. Warga harus bisa menerima mereka sama seperti anak lainnya," tambah Kak Seto.
Menurut Kak Seto, tidak hanya orang tua, pemerintah juga bisa memberikan perhatian khusus terhadap anak-anak. Anak-anak teroris yang ditinggalkan oleh ayah mereka pun tetap berhak mendapatkan perhatian dan perlindungan tanpa diskriminasi.
"Anak-anak ini dilindungi tanpa ada diskriminasi. Jangan memberikan perbedaan sikap anak teroris. Semua berhak sama. Mereka sama sekali tak bersalah dan korban dari perlakuan orang tua," ujarnya.
Category: Dunia | Views: 392 | Added by: SikuruZ | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
Only registered users can add comments.
[ Registration | Login ]

Search

Calendar

«  August 2009  »
SuMoTuWeThFrSa
      1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031

Site friends